MEG seharusnya menjaga gas terus mengalir, bukan menjebak tim dalam labirin supply chain.
Produsen gas offshore di Kalimantan Timur membutuhkan pasokan MEG yang andal. Rute konvensional memang berjalan, tetapi menciptakan beban tersembunyi: lebih banyak forecasting, lebih banyak inventory, lebih banyak hari kapal, dan lebih banyak risiko transfer.
Bagian yang mahal bukan hanya chemical-nya. Semua hal di sekitarnya juga mahal.
Rute MEG yang ada memindahkan produk dari manufacturer ke ISO tank, lalu melalui trucking, pergerakan ocean vessel, penanganan shorebase, dan transfer offshore support vessel sebelum sampai ke platform.
Setiap tahap bergantung pada jadwal vendor lain. Ketersediaan truk, jendela ocean vessel, kesiapan shorebase, periode charter offshore support vessel, batas transfer yang hanya bisa dilakukan siang hari, dan kendala operasi platform, semuanya harus selaras.
Untuk melindungi operasi dari ketidakpastian jadwal, produsen harus menyimpan buffer MEG dalam jumlah besar. Buffer ini mengurangi risiko pasokan, tetapi juga menciptakan biaya inventory, overhead, tekanan storage, dan pekerjaan koordinasi tambahan.
Setiap serah terima menciptakan biaya. Setiap penyambungan ulang menciptakan eksposur.
Forecasting menjadi latihan supply-chain penuh
Perencanaan harus memperhitungkan berbagai ketergantungan trucking, ocean vessel, shorebase, dan offshore vessel, bukan hanya permintaan platform.
Buffer inventory menyerap ketidakpastian jadwal
Stok MEG yang lebih tinggi mengurangi risiko gangguan, tetapi mengikat modal kerja dan menambah overhead storage, penanganan, dan monitoring.
Penyambungan ulang hose yang berulang meningkatkan potensi kebocoran
Transfer yang berulang berarti lebih banyak titik sambungan, lebih banyak intervensi, dan lebih banyak peluang munculnya masalah containment.
Jam transfer yang panjang memperpanjang waktu charter vessel
Praktik transfer yang hanya bisa dilakukan siang hari memecah pengiriman menjadi beberapa shipment, meningkatkan utilisasi dan biaya offshore support vessel.
Pengiriman MEG langsung dari manufacturer ke platform.
Lamurindo merancang ulang rute ini dengan menggabungkan logistik chemical, koordinasi marine, dan perencanaan transfer offshore menjadi satu pergerakan terintegrasi dari manufacturer ke platform.
Solusi direct shipping ini melewati model buffer shorebase yang biasa digunakan, sambil tetap mematuhi protokol marine oil and gas. Hasilnya adalah model operasi yang lebih sederhana dengan lebih sedikit serah terima fisik dan lebih sedikit ketergantungan jadwal.
Rute yang lebih bersih mengubah ekonominya.
Dengan mengurangi titik transfer dan menyatukan kepemilikan logistik, Lamurindo membantu pelanggan menyerang akar penyebab biaya, bukan sekadar menegosiasikan setiap item biaya vendor satu per satu.
Saat pasokan chemical terasa seperti masalah logistik, kemungkinan besar memang begitu.
Lamurindo merancang pengiriman chemical berdasarkan realitas di lapangan: protokol marine, akses lokasi terpencil, jendela transfer, eksposur keselamatan, dan total biaya operasi.