Risiko Icing pada Sistem Bahan Bakar Aviasi
Bahan bakar turbin aviasi (Jet-A, Jet-A1, JP-8) mengandung air terlarut, hingga sekitar 80 ppm pada titik saturasi di suhu 20°C. Saat pesawat naik ke ketinggian dan suhu bahan bakar turun (sering hingga −40°C atau lebih rendah), air terlarut ini mengendap sebagai kristal es. Kristal ini dapat menyumbat filter bahan bakar, membatasi aliran heat exchanger, dan yang paling kritis, menyumbat fuel control unit, yang berpotensi menyebabkan kehilangan daya mesin pada ketinggian.
Aditif FSII larut ke dalam bahan bakar dan menurunkan titik beku air yang ada, mencegah pembentukan kristal es di seluruh rentang suhu operasi.
Fungsi ganda: Pada treat rate yang disetujui untuk pencegahan icing (0,10–0,15% v/v dalam bahan bakar), FSII juga memberikan aksi antimikroba yang efektif terhadap Hormoconis resinae (jamur kerosene), menghadirkan perlindungan es dan fungsi biocidal dalam satu aditif. Manfaat ganda ini diakui dalam spesifikasi bahan bakar aviasi termasuk DEF STAN 91-091.
Persyaratan Spesifikasi
| Spesifikasi Bahan Bakar | Persyaratan FSII |
|---|---|
| DEF STAN 91-091 (Jet-A1) | Wajib untuk pasokan militer; opsional untuk komersial jika approved filter monitor terpasang |
| ASTM D1655 (Jet-A) | Opsional; wajib jika disyaratkan oleh prosedur maskapai atau operator |
| NATO JP-8 (MIL-DTL-83133) | Wajib, 0,10–0,15% v/v FSII |
| Marine Diesel / MGO | Bukan persyaratan standar; digunakan jika kondensasi tangki dan risiko mikroba menjadi perhatian |
Pertimbangan Penanganan dan Dosing
- FSII harus dicampur ke dalam bahan bakar. FSII tidak terdistribusi dengan benar jika ditambahkan ke air bebas. Pencampuran menyeluruh diperlukan untuk memastikan distribusi yang merata.
- Over-treatment harus dihindari: kelebihan FSII dapat menyebabkan kekeruhan pada bahan bakar dingin dan dapat mengganggu sistem pengukuran bahan bakar. Treat rate maksimum ditetapkan dalam setiap standar bahan bakar.
- FSII cenderung berpindah ke fase air bebas mana pun. Sampling air di dasar tangki bukan metode yang andal untuk memeriksa konsentrasi FSII. Pengukuran membutuhkan sampling dari bulk bahan bakar.
- Kompatibilitas dengan aditif bahan bakar lain (corrosion inhibitor, static dissipator) harus dikonfirmasi sebelum digunakan dalam paket aditif lengkap.